Aku...
ya, Aku....
kadang aku bingung mengunkapkan tentang diriku
malu, perasa dan penuh ragu
aku dan sepenggal cerita rancu
aku sering membisu
aku hanya ingin dentuman penuh gejolak
merambat dengan pelan namun sampai pada tujuan
kacau! aku ingin tempat yang ku tuju
tolong jangan ganggu aku
aku hanya pecahan kaca yang ingin kususun kembali
berantakan, hingar bingar bak sampan pecah dilautan
cerita palsu dengan senjata tajam menusuk kalbu
teriris sakit
aku terasa pilu
aku, manusia yang ingin datang disuatu tempat, tempat yang mampu mencurahkan isi hatiku....bukan, di tempat yang kau sediakan ruang kosong dihatimu. aku masih terlalu dini untuk memikirkan saat saat itu atau tentang yang kau sering sebut sebut itu. aneh, dengan lisan bergetar saat aku bersimpuh. mereka menuai dan menanam meski sering berulang disakiti dan dihianati. ada ketakutan, menyisip dalam sepi. aku takkan goyah. aku tetap pada cerita yang sama. aku terus menyendiri dalam diam, menceritakan apa yang kurasakan dan masa masa kelam pada Dia, Dia yang mengerti bahasa kalbu. bahkan tak ada sehelai daun yang berguguran yang tak Ia ketahui. 'Allah' penebar ketentraman yang sejati, aku hanya ingin belajar untuk tidak menghianatiNya. aku bahkan tak sempat bergeming ketika melanggar aturanNya. entah, apa yang ingin ku utarakan saat diri menghadapNya. aku hanya noda kecil pada lembaran putih, hingga berlebih dan menutupi seluruh bagian yang ku bilang kertas putih. aku hanya mengakhiri setiap kisah dengan hal yang indah, memilih bagian yang sempurna hanya untukNya. kemudian cerita itu akan kuselesaikan dengan titik, untuk mengakhirinya tanpa penambahan sajak cerita yang lebih gila tentang manusia yang tak pernah salah.