SELAMAT DATANG

Rabu, 31 Agustus 2016

GOES TO MAGANG INDUSTRI Nyambi Fotografi n sambil nulis opini plus nikmati gratisan destinasi. Senengnya Wara Wari Jom Kemari!

jelas indahnya, jelas asrinya... masih dalam kota. lihatlah destinasi yang disediakan Allah untuk makhluknya tiada bandingannya. merekahnya mentari diujung laut yang tenang. menyimpan kekayaan yang mampu menyejahterakan. tak sebanding dengan sekelilingnya, walaupun realita menyakiti seperti jepitan kepiting yang ganas.

tak perlu jauh jauh ke negeri seberang disini seperti surga yang tak ada bandingan. pulau Bintan my Village, lihat mentari ini memamg tak seindah dengan mini plant rajungan. tak sesejahtera disekitarnya..namun saat sejuk menyelimuti dipagi hari mentari bersinar menghangatkan badan. indah takjubnya aku. tak dapat dipatahkan oleh kata kata.


mentari baru saja muncul memberi kabar "hei Lihat lah aku, Cantikkan..."
sama cantiknya dengan wanita wanita disini. para wanita pengupas kulit ketam, tanpa sedih dan selalu bahagia. dengan bedak yang porak poranda. hahaha :D
ruang miniplant ini untuk bereksperimen tak pernah henti dilakukan oleh wanita wanita ini. kerjakeras tak pernah henti mereka lakoni. bermain peran sebagai ibu sekaligus ayah telah menjadi kewajiban mereka. indahnya pemandangan kotaku tak beranding lurus dengan pundi pundi yang mereka cari.

wanita melayu yang menggunakan bedak dingin setelah kerja sambilan gulung kabel di PLTU
cuma digaji gocap :'( jadi inget mamak








mau ngomong apa lagi. ini jujur keren banget dari pada ke pantai Sanur (padahal kagak pernah kesono cuma liat di TV aja), disini jauh lebih Awesome. So, aku bahagiaaa. udah de liat aja sendiri gimana cantiknya desaku, sangking indahnya pikiran positif jadi gantung gantung dikepala. ide ide deras mengalir. mungkin karena liatnya yang indah indah jadi mempengaruhi mood. lagi kzl mending kesini, lagi butek datang aja kesini. ga perlu mahal mahal atau jauh jauh. abaikan saja pikiran jahat masuk kebadan mu...datang pagi pagi abis solat subuh. wuidih seru. rasakan sensasinya.


model Diny, my friend is beuty.
cuma mau bilang aja, ada bapak nelayan lagi kuliah beneran di tepi laut. ngobrolin beneran tentang hasil tangkapan, tentang alat alat yang beneran yang mereka pegang. cuma mau bilang, " saya ini apa atuuh, cuma bisa ngomong..."

ya, mereka yang memainkan peran sesungguhnya ga segampang belajar di kampus.
cuma mau bilang sama bapak bapak dosen. terimakasih udah dibolehin magang disini, setidaknya nambah referensi buat tulisan opini. cuma mau bilang kalau ada hal lain diluar ruang kelas yang sering kita bahas. ini loh pak mereka yang menjalani ga segampang kita dengan berbagai teori. sama seperti kita belajar sebatas teori dan IPK tinggi tak akan merubah mereka yang ada disini. sukses yang harusnya kita nikmati mestinya hakiki, bukan seperti gelembung udara. membesar tapi sengaja untuk dihancurkan. on the sea.

ini saja yang mampu untuk menjelaskan.
untuk sesi penutup, lumbung migas tapi masih miskin penduduknya, entah mana kesejahteraan yang katanya itu loh.

Senin, 29 Agustus 2016

women is... brain beuty behaviour. enough?

perempuan kini dengan  talentanya mulai mengusung gagasan cerdas. jauh hanya sekedar berjualan telur puyuh ke rumah rumah tiap pagi. atau berpeluh peluh hanya mengangkat bata, atau hanya sekedar berlipstik merona dengan bedak muka disana sini. atau hanya cerdas untuk kuasa dan lantang bersuara ! jauh dari kebaya nona keraton yang pemalu atau menjunjung tata krama. wanita. perubahan, pendobrak, pengembara lahir dari rahim mereka.



 
nona penjual telur  puyuh di rumahku.




ibu.



tiap kata kata mereka tak pernah berhenti untuk dimuntahkan. termasuk aku. seorang wanita. menurutku dengan kita punya fikiran yang luas membuat kita mengarungi sebuah perubahan. tapi masih banyak mereka yang masih  menikmati keibuan mereka dengan duduk ber jam jam dengan pisau khusus untuk mengupas kulit ketam. aku sangat malu. belum banyak yang mampu aku lakukan. namun aku berharap ada yang membaca tulisanku untuk bersama bersama menyongsong sebuah perubahan. ku dengar keluh kesah mereka mengapa hal itu menuntut mereka untuk bekerja keras. karena biaya sekolah melambung tinggi, beban hidup semakin mahal dan satu lagi gaji mereka minim jika hanya untuk memenuhi sesuap nasi. lihatlah penguasa! wanita wanita hebat ini tak pernah berhenti mengayuh tangannya dari pagi hingga malam rela duduk berjam jam demi keluarga. jujur, pekerjaan ini membutuhkan ketekunan dan kesabaran yang luar biasa. waktu yang diberikan untuk dirinya dan anak anaknya tidak sehangat belaian lembutnya. suaranya yang lirih menumbuhkan imajinasi liar yang berkutat pada diri anak anaknya. pelukan, dekapan kekuatan sudah berganti dengan alat canggih yang membutakan bahkan merusak diri anak anak mereka. mereka yang membuat kami menjadi harapan bagi semua. aku sayang ibu. keringat dan perjuanganmu telah menjadi semangatku untuk membela agama.


mereka sehangat mentari pagi. menyehatkan

lihat wanita wanita cerdas dibawah ini berusaha untuk mengembalikan posisi mereka pada tempat yang seutuhnya, dengan kehebatan strategi yang luar biasa. melahirkan generasi cemerlang gilang gemilang. ku senang melihatnya. kalian luar biasa, berani bercerita pada dunia dan melawan ketidak adilan. tak tergoyahkan. tak terbantahkan.

muslimah intelektual peradaban
busana panjang yang tak menyurutkan langkah mereka. tak memasung mereka untuk berkarya. pembicaraan yang mereka lontarkan insipiratif dan keibuan. mereka wanita yang sebenarnya yang menjadi harapan dalam perubahan. melahirkan para penakluk penakluk hebat, pendobrak, guru dalam rumahnya tanpa melampau dalam mengemban perannya. kalian Luar biasa! terimakasih telah menularkan semanngat.

Kamis, 25 Agustus 2016

Aku dan Indahnya Laut Biruku




Jejak Pena dan kertas telah menyatu dalam hidupku. Aku ingin menyapa pada alam bahwa kaya mu membuatku jatuh cinta teramat sangat yang ingin kutuliskan.







Indah tak mampu kulukiskan. Penulis. Iya negeriku dengan laskar pena yang menyetuh kalbu. Iman menjadi pemimpin dalam hidup ini. hatiku terus berkata untuk mengagungkan keindahan ciptaan buatan Tuhanku. 








Meronanya matahari semakin indah penuh lingkar  bahagia dengan hujan penuh harap. Semakin menyingsing  dan mempesona. Teriknya memunculkan derasnya ide yang mengalir, jalanan yang sepi membuat ku ingin terus berjalan tanpa henti. Menyaksikan sebuah anugerah yang sayang dilewatkan. Aku benar benar jatuh dalam pelukan alam yang menyejukkan dipagi hari. 







Aku sungguh bahagia hidup ditengah gemuruh ombak dan keributan kecil semarak ikan ikannya. Wah... aku bahagia! Tak hingga kakek moyang ku menjadi bagian yang tak lengkang oleh zaman. Rasanya tetap hidup sepanjang usia. Petikan petikan karya yang fenomenal yang sampai pada generasi yang deras dengan kepicikan! Hanya potret kecil yang dapat ku utarakan dari  sudut sudut ruang di luar ruang kelas. Menakjubkan! Dari sekedar apa yang diceritakan. Cakrawala tiada bandingan seperti penjelasan  dosen yang mengulang  kata kata buku dengan ekspresi dingin tanpa gairah. Wow alam ku, kayamu, resahku gelisahku dan tulisanku.