saya mah, bisanya cuma nangis. dada rasanya nyesek. blog isinya cuma curhatan-curhatan kecil. saya mau nulis beberapa hal penting sebenarnya. kayaknya saya bingung mau cerita sama siapa. paling ya berdoa minta kemudahan dari Allah. setidaknya menulis bisa meredakan rasa sedih saya.
jujur, untuk sekarang saya cuma bisa 'pura-pura' semangat. biar mamak sama bapak enggak sedih. 'pura-pura'seneng biar gak kelihatan rapuh. padahal saya itu sedihnya enggak bisa diomongin lagi. kalo dibilang benci, bencinya ke siapa??
ini udah terjadi, well udah lah cukup.
sok-sokan jadi motivator? publish status sok cool? itu cuma pura-pura. gak mau dibilang alay aja. tapi pengen cerita. mudah-mudahan tetep bisa bertahan. bapak, mau nangis aja kalau mau ceritain bapak. banyak salah si kayaknya saya. saya cuma kasih tau aja kalo nanti punya suami mau kayak bapak. iya setidaknya beliau banyak mengajarkan tentang apa itu namanya pria sejati. laki-laki dewasa yang mumpuni. satu hal yang tak bisa saya lewatkan ketika di RSBK Batam, pada saat kondisinya kritis, dia masih kepikiran anak-anak.bukan anaknya malah, tapi anak yang ngojek sama bapak. kalo sebagian orang bakal malu punya bapak ngojek. aku mah bangga. setidaknya kami tidak berhutang, eh cuma sambilan asal tau aja ya, kita punya tanah sehektar. hari gini agak langka punya bapak yang bertanggung jawab kayak bapak saya. ini nih ya enggak semua orang punya.
udah 30 tahun lebih kita hidup bersama. susah, senang, kita lewati bersama. bapak dan mamak adalah 2 figur yang kami banggakan. sampai detik ini mamak masih setia dipangkuan bapak. mudah-mudahan mamak jadi istri solehah ya Allah, aamiin. banyak orang tau ini semua, enggaklah! enggak mau tau malah. aku nulis di blog biar kita semua se isi dunia maya bisa ambil pelajaran. bahwa tak ada yang bisa kita harapkan kecuali Allah SWT. kasih sayang yang ia berikan bukan hanya kenikmatan dunia saja, melainkan ujian agar kita lebih dekat padaNya. Allah senang melihat hambaNya benar-benar menghamba kepadaNya, itulah tujuan kita tercipta.
Allah sama sekali tidak butuh kita, namun kita benar-benar butuh kepada Allah, untuk itu kita tetap wajib bersyukur kepada Allah, karena Allah masih mengingat kita dengan segala ujian yang kita hadapi. orang bijak mah bilang "tak ada pelaut ulung lahir dari laut yang tenang!" mudah-mudahan atas segala jerih payah yang saya lakukan dapat berbuah kesabaran yang mulia. karena allah bersama orang-orang yang sabar. Insya Allah. mengenai bapak saya, sudah banyak perjuangan yang dia lakukan, banyak sekali. saya masih mengingatnya hingga kini. perjuangan yang menghantarkan kami pada hidayah Islam, tak akan pernah terbayar oleh apapun. semoga amal yang bapak lakukan mendatangkan pahala yang membuat kami bisa berkumpul di Syurga.
aamiin.
Saya Bangga sama Bapak~



