saat senja kala itu, sinar mentari semakin
memudar dibumi. mengingatkan tentang sapu lidi dan kartun bebek donald didalam
tv.aku dan nenek ku, membeset (mengupas) daun batang lidi. untuk keterampilan
sekolah. aku dan teman teman membuat bersama bercerita tentang segala hal yang
menyenangkan. dengan nenek yang suka membual yang kami sulit sekali mengerti,
nenek selalu menggunakan bahasa jawa. tawa nya yang memamerkan gigi palsunya
membuat silau mata kami. kami si bocah kampung. dikampung selalu ada wahana yang
tidak bisa dibeli. banyak permainan yang harus disambung lagi. selalu, selalu
kami diakhir permainan yang belum usai endingnya seperti apa, kami selalu
mengakhirinya
"sudah dulu ya besok kita sambung
lagi...."
selalu jika kami berkumpul menjadi kita. kita
selau punya keseruan yang mampu membagikan kebahagiaan yang mengesankan. tak
pernah bosan ataupun galau kala burung gereja terbang diatas langit senja yang
memancarkan warna jingga. suasana itu tanda kami untuk pulang tanpa ending
cerita saat bermain gebok, canang, congklak, jengket dan klereng. semua itu
ulah nenek yang tak pernah mengizinkan kami untuk mengakhirinya. dia wanita
renta yang sedang menunggu cucunya pulang.
menanti dan berteriak "wahai cucu ku pulang
dulu nak, besok maennya sambung lagi. sekarang kita makan." makanan
yang disimpan setelah 3 hari. bau!
![]() |
| dia masih tetap sama. sayang terhadap cucunya. |
aku benci.... wanita tua itu selalu
begitu. nenek
itu seperti ibu kedua. menyimpanan makanan untuk cucunya jika ia
mengetahui ada satu cucunya yang tak terbagi. begitu. dia tak akan
membiarkan
satupun. satupun. yang terlewat dalam delam dekapannya. masa masa itu
yang semakin membuat rindu, saat nenek membuat makanan yang enak lagi
sedap. saat kami bertengkar
banyak
hal yang harus kita perbaiki. termasuk bagaimana caranya
berterimakasih. atau mengungkapkan yang tak harusnya diungkapkan. itu
semua terbalut dengan balutan lembut dari cinta yang tulus. sampai
akhhir kita hidup, pada siapapun dan kapan pun sampai senja hilang
berubah marun.
walaaupun langit tak lagi secerah biasanya, namun pancaran senja juga begitu indah, begitupun pesona marun yang semakin dominan menemaninya. semua permainan yang belum ada ujung akhirnya, telah berubah usang bahkan punah ditelan masa. Namun, tangan keriputnya saat menyambut kami pulang, tak akan pernah hilang, dihati menimpali itu, semua yang berlalu telah mampu mengobati kerinduan dimasa lalu. yesterday is history and tomorrow is mistery. -Justin Timberlake-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar