hembus angin malam itu...
mengingatkan pada masa lalu,
saat masih bersama bergandengan dengan lugu..
menata mimpi-mimpi penuh misteri berliku,
kaku! jujur memang kau terpaku pada masa lalu..
waktu! berlalu bagai debu..
palsu! hanya tinggal kenangan jawaban semu
aku hanya berharap tawa, bahagia ada selamanya
semesta pun menyingsing senyum sinis,
dengan awan kelamnya yang sadis,
kini, hari telah berubah menggoreskan luka, tawa, yang baru
lama sudah lembar-lembar hari itu telah usang
ada pelita, yang menyala........
ya pelita, di sana memanggil-mangil
entah, mengapa?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar