SELAMAT DATANG

Kamis, 29 September 2016

Marun



saat senja kala itu, sinar mentari semakin memudar dibumi. mengingatkan tentang sapu lidi dan kartun bebek donald didalam tv.aku dan nenek ku, membeset (mengupas) daun batang lidi. untuk keterampilan sekolah. aku dan teman teman membuat bersama bercerita tentang segala hal yang menyenangkan. dengan nenek yang suka membual yang kami sulit sekali mengerti, nenek selalu menggunakan bahasa jawa. tawa nya yang memamerkan gigi palsunya membuat silau mata kami. kami si bocah kampung. dikampung selalu ada wahana yang tidak bisa dibeli. banyak permainan yang harus disambung lagi. selalu, selalu kami diakhir permainan yang belum usai endingnya seperti apa, kami selalu mengakhirinya
 
"sudah dulu ya besok kita sambung lagi...." 

selalu jika kami berkumpul menjadi kita. kita selau punya keseruan yang mampu membagikan kebahagiaan yang mengesankan. tak pernah bosan ataupun galau kala burung gereja terbang diatas langit senja yang memancarkan warna jingga. suasana itu tanda kami untuk pulang tanpa ending cerita saat bermain gebok, canang, congklak, jengket dan klereng. semua itu ulah nenek yang tak pernah mengizinkan kami untuk mengakhirinya. dia wanita renta yang sedang menunggu cucunya pulang.

menanti dan berteriak "wahai cucu ku pulang dulu nak, besok maennya sambung lagi. sekarang kita makan."  makanan yang disimpan setelah 3 hari. bau! 


dia masih tetap sama. sayang terhadap cucunya.


aku benci.... wanita tua itu selalu begitu. nenek itu seperti ibu kedua. menyimpanan makanan untuk cucunya jika ia mengetahui  ada satu cucunya yang tak terbagi. begitu. dia tak akan membiarkan satupun. satupun. yang terlewat dalam delam dekapannya. masa masa itu yang semakin membuat rindu, saat nenek membuat makanan yang enak lagi sedap. saat kami bertengkar
banyak hal yang harus kita perbaiki. termasuk bagaimana caranya berterimakasih. atau mengungkapkan yang tak harusnya diungkapkan. itu semua terbalut dengan balutan lembut dari cinta yang tulus. sampai akhhir kita hidup, pada siapapun dan kapan pun sampai senja hilang berubah marun.



walaaupun langit tak lagi secerah biasanya, namun pancaran senja juga begitu indah, begitupun pesona marun yang semakin dominan menemaninya. semua permainan yang belum ada ujung akhirnya, telah berubah usang bahkan punah ditelan masa. Namun, tangan keriputnya saat menyambut kami pulang, tak akan pernah hilang, dihati menimpali itu, semua yang berlalu telah mampu mengobati kerinduan dimasa lalu. yesterday is history and tomorrow is mistery. -Justin Timberlake-




Rabu, 07 September 2016

Pemimpin KAFIR itu HARAM! kata ALLAH begitu

menyoroti pemberitaan hari ini media benar benar dalam gandengan barat Kapitalisme. peran media adalah bagian yang menjembatani sebuah perubahan, tidak semerta merta hanya mendapatkan  profit yang menguntungkan. sejauh perjalanannya media telah menjadi bagian yang erat pada umat. mahasiswa pun tak luput menjadi bagiannya. susunan kalimat dan kalimat menimbulkan beragam reaksi. apalagi mahasiswa yang harus menyikapinya dengan aktual dan berimbang, namun kini peran itu telah lama terpasung. seruan mahasiswa hanya sekedar masalah cabang yang tak kunjung memiliki solusi yang konkret!

dipaksakan dan dikungkung menjadi babu! intelektual harus bersinergi pada ketotalan prinsip yang dia miliki.  ilmu yang menjadi anugerah bukan hanya menjadi sepak terjang untuk mengantri menjadi jobseeker. akademisi adalah bagian yang penting. ilmu yang digarap tak hanya pandai mengkritisi, tapi juga menjadi solusi yang menyeluruh dalam menyikapi problematika. kaum intelektual tenggelam dalam kesibukan mengejar cita cita yang prgamatis super apatis. bung! kita masih diajajah dengan sistem, kalau tidak mana blok masela, freeport, newmonth dirasakan umat kah?

boro boro yang ada biaya hidup malah makin membengkak. heboh kisruh mahasiswa UI bikin video tolak pemimpin kafir jadi percekcokan perdebatan dengan sesama pula. yang disampaikan nya adalah keniscayaan yang pernah diserukan. selaku mahasiswa pun saya ingin menyampaikan bahwa haram memilih pemimpin kafir apalagi sistemnya  yang menghalalkan pemimpin pemimpin nya sebagai jembatan yang mengizinkan perpanjangan izin asing dan aseng untuk mengelola Sumber Daya Migas dan Energi. untuk menyelesaikan masalah yang tak berujung ini harus sampai keakar akarnya...

semua itu di persembahkan dalam sistem yang tak hanya menjadi tempat bernaung, tapi juga sistem pelindung. melahirkan intelektual cerdas dunia wa akhirat, sistem itu yang sering disebut sebagai sistem KeKhilafahan 'ala Minhaj Nubuawaah. mari bergeraklah, bersatu padulah pada Islam, agar rahmatnya dirasakan oleh seluruh alam. 

Selasa, 06 September 2016

kelak jika aku tiada

ya Allah ya tuhanku 
kelak Kau memanggilku dan waktu ku untuk berkarya itu terhenti...
Aku mohon kepadaMu untuk tetap bisa mengagungkan namaMu


kelak jika aku tiada aku ingin tetap menebar kebaikan untuk anak cucuku
kelak jika aku tiada aku ingin tetap membakar semangat calon calon penakluk dari tulisan tulisanku


seandainya nanti aku tak memiliki kesempatan menjadi apa yang aku cita citakan krnMu memilihku untuk kembali aku ingin tulisan tulisan ku menenbar pada mereka yang haus akan kebenaran

jika nanti tetesan tinta ku telah berhenti mengalir   aku akan berusaha tetap mengagungkan namaMu bagaimanapun caranya...
krn cinta Mu pada hamba hamba Mu tak akan bisa digantikan...
kau arahkan langkah kaki ku selalu bersamaMu itu sudah cukup membuatku tersipu
bahkan aku takut untuk memutar arah karena Mu
aku ingin semua yang kucintai pun Kau peluk dalam dekapan sayang Mu
oh Allah Tuhanku, sampaikan salam Rinduku pada mereka yang tulus mencintaiMu
temukan kami di Jannah Mu.